08

1981–1990

Alat yang membentuk suaranya: sampler dan mesin drum murah

Dua mesin yang gagal di pasar yang dituju pabriknya, dibuang murah ke pasar bekas, lalu dipakai untuk hal yang sama sekali tidak diniatkan perancangnya.

Ada penjelasan yang jarang diberikan tentang kenapa musik dansa muncul pada pertengahan 1980-an dan bukan sepuluh tahun sebelumnya. Jawabannya bukan perubahan selera, melainkan perubahan harga. Sampai awal 1980-an, membuat rekaman dengan ritme yang tepat dan suara yang tidak biasa membutuhkan studio, dan studio membutuhkan label yang membiayainya. Yang berubah adalah bahwa alat untuk melakukannya jatuh harganya sampai ke tingkat yang bisa dijangkau satu orang.

Apa yang terjadi

Roland merilis TB-303 pada 1981 dengan harga sekitar dua ratus tiga puluh empat pound di Inggris, atau tiga ratus sembilan puluh lima dolar di Amerika. Alat ini dirancang sebagai mesin bas terkomputerisasi untuk menggantikan pemain gitar bas bagi musisi yang bermain sendiri.

Alat itu gagal. Suaranya tidak terdengar seperti gitar bas sungguhan, jadi tidak menarik bagi pasar yang dituju. Roland menghentikan produksinya pada 1984. Sisa stok dan unit bekas beredar murah.

Pada 1987 grup Phuture dari Chicago membeli TB-303 bekas yang terjangkau dan bereksperimen dengannya, menghasilkan suara berdenyut dan resonan yang jadi dasar “Acid Tracks”, rekaman yang secara luas dianggap sebagai acid house pertama. Setelah genre itu populer, harga unit bekasnya naik tajam; pada 2014 alat yang sama terjual di atas seribu dua ratus pound.

Di sisi sampling, Akai merilis S900 pada 1986, sampler profesional pertama mereka. Spesifikasinya dianggap kelas profesional saat itu: sampling dua belas bit, laju sampling yang bisa diatur dari 7,5 kHz sampai 40 kHz, dan durasi sampel maksimum enam puluh tiga detik pada laju terendah.

Kenapa itu terjadi

Pola yang sama muncul dua kali di sini, dan pola itulah inti entri ini.

Sebuah perusahaan Jepang merancang alat untuk pasar tertentu. Alat itu gagal memenuhi kebutuhan pasar tersebut, karena tidak cukup meyakinkan sebagai tiruan instrumen yang ingin digantikannya. Produksi dihentikan. Harga bekas jatuh. Lalu kelompok pengguna yang sama sekali berbeda, yang tidak menginginkan tiruan instrumen apa pun, membelinya justru karena bunyinya tidak alami.

Kegagalan komersial itu bukan kebetulan yang menguntungkan, melainkan syarat. Kalau TB-303 berhasil sebagai pengganti gitar bas, harganya akan bertahan tinggi, produksinya berlanjut, dan alat itu akan berada di tangan musisi mapan yang menggunakannya sesuai buku manual. Justru karena gagal, alat itu berakhir murah di tangan orang-orang tanpa uang dan tanpa pelatihan formal, yang tidak punya alasan untuk memakainya dengan benar.

Untuk sampler, sebabnya sedikit berbeda dan lebih bersifat ekonomi manufaktur. Harga memori digital turun terus sepanjang 1980-an. Sampler adalah alat yang biayanya hampir seluruhnya ditentukan oleh memori, jadi harganya mengikuti kurva itu turun. Batas dua belas bit dan enam puluh tiga detik pada S900 bukan pilihan estetis; itu adalah batas yang bisa dibeli dengan uang segitu pada 1986. Keterbatasan itu kemudian jadi ciri khas suaranya.

Konsekuensi ekonominya besar. Ketika sebuah rekaman bisa dibuat oleh satu atau dua orang di kamar dengan alat bekas, label tidak lagi jadi penjaga gerbang wajib. Ini sejajar dengan apa yang dilakukan sewa murah di entri pertama: menurunkan biaya masuk sampai ke titik di mana orang tanpa modal bisa ikut.

Apa akibatnya

Alat murah inilah yang membuat musik house Chicago ada untuk dibawa pulang oleh DJ Inggris dari Ibiza pada 1987. Tanpa penurunan harga ini, tidak ada katalog house yang siap diadopsi.

Di Manchester, sampler mengubah cara band gitar bekerja. Groove berulang yang mendasari lagu-lagu Happy Mondays, dan potongan ritmis yang bisa diulang persis, adalah cara berpikir yang datang dari mesin, bukan dari latihan band konvensional.

Yang juga penting, keterbatasan alat ini membentuk estetika yang bertahan lama. Suara dua belas bit yang sedikit kasar dan denyut TB-303 yang tidak menyerupai instrumen apa pun jadi ciri yang kemudian dikejar orang dengan sengaja, bahkan setelah alat yang lebih baik tersedia.

Salah kaprah yang umum

Sering dikatakan bahwa teknologi digital mendemokratisasi produksi musik karena alatnya jadi mudah digunakan.

Kemudahan bukan faktornya. TB-303 terkenal sulit diprogram, dan di Amerika bahkan sempat beredar tanpa manual berbahasa Inggris yang memadai. Sampler awal menuntut pengguna mengelola memori secara manual dalam hitungan detik. Yang berubah bukan kurva belajarnya, melainkan harganya. Alat-alat ini tetap sulit; alat-alat ini hanya berhenti mahal, dan itu cukup.

Sumber

Topik