04

1982–1997

Haçienda, klub yang merugi bertahun-tahun

Sebuah klub dibuka di kota yang belum punya penontonnya, bertahan lima tahun dalam kerugian, lalu penuh setiap malam justru ketika pengunjungnya berhenti membeli minuman.

Sebagian besar klub malam yang gagal ditutup dalam setahun. Haçienda merugi selama hampir lima tahun sebelum menemukan penontonnya, dan tetap buka selama itu. Alasannya bukan kejelian bisnis. Alasannya adalah bahwa pemiliknya tidak memperlakukannya sebagai bisnis, dan ada band yang cukup sukses untuk terus menutup lubangnya.

Apa yang terjadi

Haçienda dibuka pada 21 Mei 1982. Dalam sistem penomoran Factory, klub ini adalah FAC 51. Gagasannya datang dari Rob Gretton, manajer New Order. Pembiayaannya datang dari Factory Records, New Order, dan Tony Wilson.

Selama tahun-tahun pertama, klub ini terlalu besar untuk jumlah pengunjung yang datang. Bangunannya bekas gudang penjualan perahu, dengan ruang yang dirancang lebih menyerupai ruang publik daripada klub malam.

Pada 1986 Haçienda jadi salah satu klub pertama di Inggris yang memutar musik house. Malam Jumat bernama “Nude”, dengan DJ Hewan Clarke, Greg Wilson, dan Mike Pickering, mengubah reputasi sekaligus keuangan klub ini: dari rugi terus-menerus menjadi penuh setiap malam pada awal 1987. Pada Juli 1988 dibuka malam acid house bernama “Hot”, dipandu Pickering dan Jon Dasilva.

Pada 14 Juli 1989 seorang remaja berusia enam belas tahun meninggal setelah mengonsumsi ekstasi di klub ini, kematian terkait ekstasi pertama semacam itu di Inggris. Klub sempat tutup pada awal 1991 dan buka lagi dengan pengamanan yang diperketat. Izin hiburannya dicabut pada Juni 1997 dan klub ditutup pada 28 Juni 1997. Bangunannya dirobohkan pada 2002.

Kenapa itu terjadi

Ada paradoks di jantung entri ini, dan paradoks itu bisa dijelaskan dengan angka.

Pendapatan utama klub malam bukan dari tiket masuk, melainkan dari penjualan minuman beralkohol. Model bisnisnya sederhana: penuhi ruangan, lalu jual bir dan minuman keras dengan margin tinggi selama beberapa jam.

Ekstasi mematahkan model itu. Pengunjung yang memakainya tidak minum alkohol; mereka minum air. Jadi ketika Haçienda akhirnya penuh setiap malam pada 1987 dan 1988, jumlah orang di dalamnya naik tajam sementara pendapatan per orang justru turun. Klub ini menjadi terkenal di seluruh dunia dan tetap kehilangan uang. Peter Hook menyebut pada 2009 bahwa Haçienda kehilangan sampai delapan belas juta pound pada tahun-tahun terakhirnya, angka yang perlu dibaca sebagai perkiraan dari salah satu pihak yang menanggungnya, bukan sebagai hasil audit.

Kenapa klub ini tidak ditutup jauh lebih awal juga punya jawaban struktural. Haçienda tidak pernah berdiri sebagai perusahaan yang harus membiayai dirinya sendiri. Ia dibiayai oleh pendapatan New Order melalui Factory, sebuah label yang tidak memisahkan kepentingan band dari kepentingan perusahaan karena orang yang sama duduk di kedua sisi meja. Tidak ada investor luar yang menuntut klub ini berhenti merugi, dan tidak ada dewan direksi yang bisa memaksa penutupan.

Alasan ketiga bersifat fisik, dan kembali ke entri pertama. Di kota dengan properti murah, biaya menahan sebuah bangunan besar yang setengah kosong jauh lebih rendah daripada di London. Kesalahan yang sama di kota lain akan berakhir dalam dua belas bulan.

Apa akibatnya

Karena Haçienda bertahan cukup lama, ia masih berdiri ketika acid house tiba di Inggris pada 1987. Kota ini akhirnya punya ruang berkapasitas besar yang sudah memutar musik house sejak 1986, dijalankan oleh orang-orang yang tidak keberatan rugi. Skena tidak perlu menunggu seseorang membangun tempatnya.

Kerugian klub ini juga mengalir balik ke labelnya. Puluhan ribu pound setiap bulan yang habis di sini adalah bagian dari tekanan yang, digabung dengan biaya rekaman yang lepas kendali, membawa Factory ke kebangkrutan pada November 1992.

Dan kematian pada Juli 1989 menandai awal perhatian polisi dan media terhadap klub ini, yang berujung pada masalah pengamanan dan kekerasan di tahun-tahun berikutnya.

Salah kaprah yang umum

Haçienda sering digambarkan sebagai kisah sukses yang berakhir tragis, seolah klub ini menghasilkan banyak uang lalu kehilangannya karena kekerasan dan kelalaian.

Urutan itu terbalik. Klub ini kehilangan uang sejak awal, dan tidak pernah benar-benar berhenti kehilangan uang, termasuk pada puncak ketenarannya. Periode paling terkenalnya, ketika ruangan penuh setiap malam dan namanya dikenal secara internasional, adalah periode di mana model pendapatannya justru paling rusak. Yang berubah pada akhir 1980-an bukan neraca keuangannya, melainkan jumlah orang yang hadir untuk menyaksikannya.

Sumber

Topik