Factory Records

6 entri menyentuh topik ini, diurutkan seperti di rantai utamanya.

  1. 02

    Arsip / 1978

    Factory Records dan kontrak yang sebenarnya bukan kontrak

    Sebuah label yang menyerahkan kepemilikan penuh ke musisinya, ditulis dengan darah, dan kenapa keputusan idealis itu yang justru membunuhnya empat belas tahun kemudian.

  2. 03

    Arsip / 1980–1983

    Dari Joy Division ke New Order, dan ke mana uangnya pergi

    Sebuah band berganti nama setelah kematian vokalisnya, membuat singel dansa paling laris di sejarah label independen Inggris, dan rugi lima pence setiap kali menjualnya.

  3. 04

    Arsip / 1982–1997

    Haçienda, klub yang merugi bertahun-tahun

    Sebuah klub dibuka di kota yang belum punya penontonnya, bertahan lima tahun dalam kerugian, lalu penuh setiap malam justru ketika pengunjungnya berhenti membeli minuman.

  4. 07

    Arsip / 1980–1992

    Happy Mondays, dan batas antara kacau dan berbahaya

    Band yang paling sering dipakai untuk menggambarkan energi skena ini, dan yang biaya rekamannya ikut menjatuhkan label yang membiayainya.

  5. 09

    Arsip / 1989–1990

    Pers musik Inggris dan bagaimana sebuah skena diberi nama

    Kata Madchester tidak datang dari jurnalis, tidak juga dari Tony Wilson, melainkan dari dua sutradara video yang sedang menulis naskah.

  6. 10

    Arsip / 1992

    Keruntuhan 1992: kontrak longgar, biaya rekaman, dan kekerasan

    Tiga masalah yang menumpuk selama satu dekade jatuh tempo pada tahun yang sama, dan sebuah label bangkrut karena tidak memiliki apa pun yang bisa dijual.

Semua entri