07

1980–1992

Happy Mondays, dan batas antara kacau dan berbahaya

Band yang paling sering dipakai untuk menggambarkan energi skena ini, dan yang biaya rekamannya ikut menjatuhkan label yang membiayainya.

Setiap tulisan tentang skena ini pada akhirnya sampai ke Happy Mondays, dan biasanya berhenti pada anekdot. Band ini memang menghasilkan anekdot dalam jumlah tidak wajar. Tetapi entri ini mencoba melakukan hal yang lebih berguna, yaitu memisahkan bagian yang benar-benar berpengaruh pada musik dari bagian yang hanya menghibur untuk diceritakan ulang, dan menunjukkan di titik mana perbedaan itu berhenti menjadi lucu.

Apa yang terjadi

Happy Mondays terbentuk di Salford pada 1980. Formasi awalnya terdiri dari dua bersaudara Shaun Ryder pada vokal dan Paul Ryder pada bas, Gaz Whelan pada drum, Paul Davis pada kibor, dan Mark Day pada gitar.

Mereka mendapat kontrak dengan Factory Records setelah menyerahkan kaset demo kepada Phil Saxe, seorang pedagang di pusat perbelanjaan Arndale Manchester, yang menghubungkan mereka dengan label itu.

Album puncaknya, Pills ‘n’ Thrills and Bellyaches, dirilis pada 1990, direkam di Capitol Studios di Los Angeles bersama produser Paul Oakenfold dan Steve Osborne. Album itu meraih status platinum di Inggris dengan penjualan lebih dari tiga ratus lima puluh ribu keping. Singel “Step On” dan “Kinky Afro” sama-sama mencapai posisi lima di tangga lagu Inggris.

Album berikutnya, …Yes Please!, direkam antara Januari dan Maret serta Mei 1992 di Blue Wave Studio di Saint Philip, Barbados, dan di Comfort’s Place di Lingfield, Surrey, dengan produser Chris Frantz dan Tina Weymouth. Anggaran yang diberikan Factory sebesar seratus lima puluh ribu pound. Biaya akhirnya mencapai tiga ratus delapan puluh ribu pound. Album dirilis pada September 1992. Factory masuk administrasi pada November 1992.

Kenapa itu terjadi

Kenapa band ini penting secara musikal punya jawaban yang cukup teknis. Sebagian besar band gitar Inggris pada pertengahan 1980-an menyusun lagu di sekitar progresi akor dan struktur bait-refrain. Happy Mondays menyusunnya di sekitar groove yang berulang, dengan bas dan drum yang berfungsi seperti bagian ritmis rekaman funk atau dansa, dan vokal yang diletakkan di atasnya tanpa mengikuti pola melodi pop yang biasa. Hasilnya adalah musik gitar yang secara struktural lebih dekat ke musik lantai dansa daripada ke rock, beberapa tahun sebelum kombinasi itu jadi umum.

Kenapa produksi mereka jadi bencana keuangan punya jawaban yang lebih tidak nyaman, dan ada di sisi label.

Factory mengirim band ini ke Barbados dengan alasan yang masuk akal di atas kertas: menjauhkan mereka dari narkoba di Manchester. Pulau itu memang tidak punya pasokan heroin, masalah yang saat itu dihadapi Shaun dan Paul Ryder. Yang dimiliki pulau itu adalah kokain crack dalam jumlah besar. Rencana itu tidak gagal karena nasib buruk; rencana itu gagal karena hanya menangani satu variabel dari sebuah masalah yang jauh lebih besar, dan diputuskan oleh orang-orang yang tidak punya keahlian untuk menanganinya.

Di sinilah struktur Factory yang dibahas di entri lain menunjukkan biayanya. Label tanpa kontrak formal juga adalah label tanpa mekanisme untuk menghentikan sesi rekaman yang sudah melewati anggaran dua setengah kali lipat. Tidak ada klausul yang memicu penghentian, tidak ada pihak ketiga yang mengawasi pengeluaran, dan tidak ada pemisahan antara orang yang menyayangi band ini dan orang yang seharusnya menjaga uangnya.

Yang perlu dikatakan lugas: batas antara kacau dan berbahaya dilewati bukan pada saat perilaku band jadi ekstrem, melainkan pada saat kecanduan diperlakukan sebagai bagian dari citra alih-alih sebagai masalah kesehatan. Kekacauan itu dijual sebagai daya tarik selama bertahun-tahun oleh orang-orang yang diuntungkan olehnya.

Apa akibatnya

Kelebihan biaya sebesar dua ratus tiga puluh ribu pound datang pada saat Factory sudah menanggung kerugian bulanan dari Haçienda dan pengeluaran besar dari sisi New Order. Ini bukan satu-satunya sebab kebangkrutan November 1992, tetapi ini adalah pengeluaran besar terakhir sebelum keruntuhan, dan waktunya menentukan.

Secara musikal, cara band ini menyusun lagu di sekitar groove memberi bentuk pada apa yang kemudian dinamai oleh pers musik, dan nama itu sendiri diambil dari salah satu rilisan mereka.

Salah kaprah yang umum

Anggapan yang paling umum adalah bahwa Happy Mondays menghancurkan Factory Records sendirian.

Angkanya tidak mendukung itu. Kelebihan anggaran mereka sekitar dua ratus tiga puluh ribu pound. Pada periode yang sama New Order dilaporkan menghabiskan empat ratus ribu pound untuk album mereka, dan Haçienda menghabiskan puluhan ribu pound setiap bulan selama bertahun-tahun. Yang membunuh Factory bukan satu album mahal, melainkan struktur perusahaan yang tidak memiliki katalognya sendiri sehingga tidak punya apa pun untuk dijual ketika uangnya habis.

Sumber

Topik