03

1980–1983

Dari Joy Division ke New Order, dan ke mana uangnya pergi

Sebuah band berganti nama setelah kematian vokalisnya, membuat singel dansa paling laris di sejarah label independen Inggris, dan rugi lima pence setiap kali menjualnya.

Entri ini membahas hal yang biasanya diperlakukan sebagai cerita duka, lalu dilewati. Joy Division berhenti, New Order dimulai, dan musiknya berubah dari gelap jadi elektronik. Yang jarang dijelaskan adalah bahwa peristiwa ini juga memindahkan sumber pendanaan seluruh skena Manchester ke satu band, dan bahwa band itu kemudian membiayai sebuah klub yang merugi selama bertahun-tahun.

Apa yang terjadi

Ian Curtis, vokalis Joy Division, meninggal karena bunuh diri pada 18 Mei 1980, sehari sebelum band itu berangkat untuk tur pertama mereka ke Amerika Utara.

Tiga anggota yang tersisa, Bernard Sumner, Peter Hook, dan Stephen Morris, sudah pernah sepakat sebelumnya bahwa kalau ada anggota yang keluar atau meninggal, nama Joy Division tidak akan dipakai lagi. Mereka membentuk New Order. Gillian Gilbert bergabung sebagai pemain kibor pada awal Oktober 1980.

Pada 1983 New Order merilis “Blue Monday” sebagai singel 12 inci. Singel itu jadi singel 12 inci independen paling laris sepanjang masa di Inggris. Sampulnya dirancang menyerupai disket komputer, dengan potongan die-cut yang rumit. Menurut catatan yang paling sering dikutip, label kehilangan sekitar lima pence untuk setiap keping yang terjual.

New Order tidak pernah punya kontrak formal dengan Factory Records. Secara hukum, mereka memiliki seluruh rekaman mereka sendiri.

Kenapa itu terjadi

Kerugian per keping itu bukan kecerobohan tunggal, melainkan hasil logis dari cara Factory bekerja. Label ini memperlakukan desain sebagai bagian dari karya, bukan sebagai biaya pemasaran yang harus ditekan. Sampul yang mahal diproduksi karena sampul itu dianggap penting, dan harga jual singel sudah ditentukan oleh kebiasaan pasar, bukan oleh biaya produksinya. Ketika penjualan naik, kerugiannya ikut naik. Ini kebalikan dari cara kerja bisnis normal, di mana volume besar justru menurunkan biaya per unit.

Yang lebih penting adalah pertanyaan siapa yang menanggung. Karena tidak ada kontrak, hubungan antara New Order dan Factory bukan hubungan label dengan artisnya dalam pengertian hukum yang biasa. New Order dan Happy Mondays kemudian jadi dua act paling sukses di label itu, dan pendapatan mereka membiayai banyak proyek lain. Dalam praktiknya, band inilah bank Factory.

Ketika Haçienda dibuka pada 1982 dan mulai merugi, kerugian itu tidak diserap oleh perusahaan yang punya modal cadangan. Kerugian itu diserap oleh pendapatan band. Susunan seperti ini bisa bertahan selama band terus menghasilkan, dan hanya selama itu.

Ada sebab yang lebih dalam lagi, yaitu tidak adanya pemisahan antara peran-peran yang di tempat lain dipisah dengan sengaja. Rob Gretton adalah manajer band sekaligus salah satu pendiri label sekaligus penggagas klub. Ketika orang yang sama mewakili kepentingan band dan kepentingan perusahaan, tidak ada pihak di meja yang tugasnya berkata bahwa klub ini terlalu mahal untuk band ini.

Apa akibatnya

Pergeseran musikal dari gitar ke elektronik pada New Order penting untuk entri lain di situs ini, karena band ini membawa ritme mesin ke dalam musik gitar Manchester beberapa tahun sebelum acid house tiba. Ketika musik dansa impor akhirnya masuk pada 1987, telinga lokal sudah terbiasa.

Akibat finansialnya lebih menentukan. Uang dari “Blue Monday” dan rilisan sesudahnya membiayai sebuah klub yang, selama empat tahun pertamanya, tidak punya cukup pengunjung. Klub itu bertahan cukup lama untuk masih berdiri ketika acid house datang, dan itulah satu-satunya alasan sisa cerita ini terjadi.

Kepemilikan katalog yang tetap di tangan band akan jadi penentu pada 1992, ketika Factory perlu dijual dan ternyata tidak punya apa pun untuk dijual.

Salah kaprah yang umum

Salah kaprah yang paling umum adalah bahwa New Order sengaja berganti gaya jadi musik dansa untuk mengejar pasar. Urutannya tidak begitu.

Perubahan itu dimulai dari keadaan praktis: sebuah band tanpa vokalis harus menyusun ulang siapa mengerjakan apa, dan Sumner pindah ke depan mikrofon sambil tetap memegang gitar dan sintesiser. Pada saat yang sama, kibor dan mesin drum yang sebelumnya hanya pelengkap jadi cara untuk mengisi ruang yang ditinggalkan. Musik dansa Amerika yang mereka dengar di klub New York memberi arah pada perubahan yang sudah terjadi karena sebab lain.

Menyebutnya sebagai keputusan pasar juga sulit dipertahankan mengingat hasilnya. Singel dansa paling sukses yang mereka buat kehilangan uang setiap kali terjual.

Sumber

Topik