01

1979–1985

Manchester setelah pabrik-pabriknya tutup

Kenapa sebuah kota bekas industri tiba-tiba punya banyak gudang kosong dan sewa murah, dan kenapa itu jadi syarat awal buat semua yang terjadi sesudahnya.

Sebelum ada satu pun nama band di situs ini, yang ada lebih dulu adalah ruang kosong. Manchester pernah jadi kota kapas paling penting di dunia. Pada akhir 1970-an, industri itu sudah hampir habis, dan yang tertinggal adalah bangunan-bangunan besar yang dibangun untuk pekerjaan yang tidak ada lagi. Cerita musik Manchester biasanya dimulai dari sebuah panggung. Sebenarnya cerita itu dimulai dari sewa yang murah.

Apa yang terjadi

Sepanjang 1970-an dan 1980-an, Manchester kehilangan basis industrinya dan mengalami pengangguran tinggi. Pabrik tekstil, gudang, dan bangunan pelabuhan kanal berhenti dipakai satu per satu. Kota ini tidak mengganti bangunan-bangunan itu dengan apa pun; kota ini hanya membiarkannya berdiri.

Pemerintah kota dari Partai Buruh pada pertengahan 1980-an mengambil kebijakan yang dikenal sebagai managed decline, penurunan yang dikelola. Isinya persis seperti namanya: anggapan bahwa kota industri tidak punya masa depan ekonomi, jadi yang bisa dilakukan hanyalah mengatur kemundurannya supaya tidak terlalu kacau.

Akibat langsungnya terlihat di dua tempat. Yang pertama adalah gudang-gudang kosong. Di 35 Little Peter Street, di bawah jembatan layang kereta, sebuah gudang kapas terbengkalai dengan jendela pecah berubah jadi TJ Davidson Rehearsal Studios, tempat hampir semua band Manchester penting pada masa itu berlatih. Yang kedua adalah perumahan. Kompleks Hulme Crescents sudah begitu rusak pada pertengahan 1980-an sehingga pemerintah kota berhenti menagih sewa sama sekali. Bangunan itu kemudian menarik, dalam catatan yang dikutip berulang kali, komunitas musisi, seniman, mahasiswa, dan penghuni liar yang terus bertambah.

Kenapa itu terjadi

Bagian ini yang biasanya dilewati. Ruang kosong bukan hadiah dari siapa pun. Ruang kosong adalah gejala kegagalan ekonomi, dan kegagalan itu punya sebab yang bisa disebut satu per satu.

Industri kapas Manchester bergantung pada rantai pasok kolonial dan pasar ekspor yang runtuh setelah Perang Dunia II. Ketika produksi tekstil pindah ke tempat dengan upah lebih rendah, kota ini tidak punya industri pengganti yang siap. Kanal dan rel yang dulu jadi keunggulannya berubah jadi infrastruktur untuk barang yang tidak lagi diangkut.

Resesi awal 1980-an mempercepat semuanya. Kebijakan ekonomi pemerintah pusat saat itu tidak memprioritaskan penyelamatan manufaktur di kota-kota utara. Pada saat yang sama, nilai properti di Manchester jatuh sampai ke titik di mana menyewakan gudang dengan harga berapa pun lebih masuk akal daripada membiarkannya kosong, dan merobohkannya lebih mahal daripada mengabaikannya.

Dari sinilah rantai sebab akibat yang sebenarnya dimulai. Untuk membuat musik, orang butuh tempat berlatih yang bisa berisik selama berjam-jam, tempat menyimpan alat, dan tempat berkumpul yang tidak menuntut mereka membayar mahal. Di kota yang ekonominya sehat, ruang seperti itu terlalu berharga untuk diberikan pada anak-anak muda tanpa uang. Di Manchester tahun 1980, ruang seperti itu justru berlimpah, karena tidak ada orang lain yang menginginkannya.

Perlu ditekankan bahwa ini bukan cerita romantis. Sewa murah datang bersama pengangguran, perumahan yang membusuk, dan pelayanan publik yang menyusut. Kondisi yang membuat sebuah skena musik mungkin terjadi adalah kondisi yang sama yang membuat hidup di kota itu sulit.

Apa akibatnya

Tiga hal mengikuti langsung dari sini.

Pertama, sebuah label rekaman bisa berdiri tanpa modal besar dan tanpa kantor di London. Ruang murah menurunkan biaya masuk ke industri musik sampai ke titik di mana beberapa orang dengan pekerjaan lain bisa menjalankannya sebagai proyek sampingan. Itu yang terjadi pada Factory Records.

Kedua, sebuah klub malam bisa dibuka di bekas gudang kapal yacht dan bertahan bertahun-tahun meskipun rugi, karena bangunannya sendiri tidak membebani seperti properti di kota lain. Itu yang terjadi pada Haçienda.

Ketiga, ketika musik dansa impor masuk pada 1987 dan 1988, kota ini sudah punya ruang fisik untuk menampungnya. Skena tidak perlu membangun infrastrukturnya dari nol; infrastruktur itu sudah menganggur selama satu dekade.

Salah kaprah yang umum

Salah kaprah yang paling sering muncul adalah bahwa musik Manchester lahir dari “semangat kota pekerja” atau karakter khas orang utara. Penjelasan itu terdengar bagus dan tidak menjelaskan apa-apa, karena kota-kota industri lain di Inggris juga punya sejarah kelas pekerja yang sama kuatnya tanpa menghasilkan hal yang sama.

Yang membedakan Manchester bukan wataknya, melainkan kombinasi tiga hal yang kebetulan bertemu: stok bangunan industri yang sangat besar relatif terhadap ukuran kotanya, keruntuhan nilai properti yang membuat bangunan itu praktis gratis, dan populasi mahasiswa yang besar dari beberapa universitas di pusat kota. Ganti salah satu dari tiga faktor itu, dan sisa cerita di situs ini tidak terjadi.

Sumber

Topik