Manchester
3 entri menyentuh topik ini, diurutkan seperti di rantai utamanya.
Manchester setelah pabrik-pabriknya tutup
Kenapa sebuah kota bekas industri tiba-tiba punya banyak gudang kosong dan sewa murah, dan kenapa itu jadi syarat awal buat semua yang terjadi sesudahnya.
Factory Records dan kontrak yang sebenarnya bukan kontrak
Sebuah label yang menyerahkan kepemilikan penuh ke musisinya, ditulis dengan darah, dan kenapa keputusan idealis itu yang justru membunuhnya empat belas tahun kemudian.
Pers musik Inggris dan bagaimana sebuah skena diberi nama
Kata Madchester tidak datang dari jurnalis, tidak juga dari Tony Wilson, melainkan dari dua sutradara video yang sedang menulis naskah.