09

1989–1990

Pers musik Inggris dan bagaimana sebuah skena diberi nama

Kata Madchester tidak datang dari jurnalis, tidak juga dari Tony Wilson, melainkan dari dua sutradara video yang sedang menulis naskah.

Sampai 1989, apa yang terjadi di Manchester belum punya nama. Ada beberapa band, sebuah klub, dan sejumlah rilisan yang saling berhubungan, tetapi tidak ada kata tunggal yang mengikatnya. Entri ini tentang bagaimana kata itu muncul, siapa yang sebenarnya membuatnya, dan apa yang berubah setelah sesuatu bisa disebut dengan satu kata.

Apa yang terjadi

Kata “Madchester” berasal dari Bailey Brothers, nama kerja Philip Shotton dan Keith Jobling, dua sutradara video untuk Factory Records. Mereka memunculkan kata itu ketika sedang mengembangkan sebuah naskah, lalu menyodorkannya kepada Tony Wilson.

Wilson kemudian meminta Happy Mondays mengganti nama EP mereka mengikuti kata tersebut. EP Madchester Rave On dirilis pada November 1989.

Shaun Ryder kemudian mengingat bahwa sutradara video merekalah yang memunculkan istilah itu, dan band hanya menyetujuinya.

Pers musik Inggris mempopulerkan istilah tersebut pada awal 1990-an, ketika sejumlah band Manchester mencapai sukses arus utama. Istilah lain yang beredar bersamaan adalah “baggy”, yang merujuk pada potongan celana longgar yang dikenakan penonton, dan “Second Summer of Love”.

Kenapa itu terjadi

Pers musik mingguan Inggris pada akhir 1980-an punya struktur ekonomi yang menjelaskan perilakunya. Beberapa majalah bersaing untuk pembaca yang sama setiap minggu, dan masing-masing perlu alasan agar orang membeli edisi minggu ini alih-alih menunggu. Skena yang punya nama menyediakan alasan itu dengan sangat efisien.

Sebuah nama mengubah kumpulan peristiwa terpisah jadi satu cerita berkelanjutan. Tanpa nama, sebuah band dari Manchester hanyalah satu band. Dengan nama, band yang sama jadi bukti tren, dan setiap rilisan baru bisa ditulis sebagai perkembangan dari sesuatu yang sudah dikenal pembaca. Cerita berkelanjutan lebih murah untuk diliput dan lebih mudah dijual daripada sepuluh cerita terpisah.

Ada juga sebab geografis. Pers musik berbasis di London, dan kota-kota lain diliput dalam kunjungan singkat. Menyatukan sebuah kota di bawah satu label adalah cara praktis untuk meliput tempat yang jarang didatangi. Ini menjelaskan kenapa penamaan cenderung menyederhanakan: yang menulis tidak tinggal di sana.

Dari sisi Factory, penerimaan atas nama itu juga rasional. Label ini selalu memperlakukan citra, desain, dan penamaan sebagai bagian dari karya. Memberi nomor katalog pada gedung klub dan pada peti mati adalah bagian dari kebiasaan yang sama. Ketika sebuah kata bagus muncul dari sutradara videonya, memakainya untuk judul EP adalah tindakan yang konsisten.

Yang perlu dicatat adalah efek balik dari penamaan. Setelah sebuah kata ada, kata itu mulai menentukan apa yang dianggap termasuk dan apa yang tidak. Band yang tidak cocok dengan gambaran itu jadi kurang diliput. Band dari kota lain yang bermusik serupa dipasarkan seolah dari Manchester, atau diabaikan. Nama yang dibuat untuk menggambarkan sesuatu mulai membentuk sesuatu itu.

Apa akibatnya

Penamaan mempercepat perhatian nasional terhadap Manchester, dan perhatian itu membawa uang, kontrak label besar, dan anggaran rekaman yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Beberapa anggaran itu muncul lagi di entri terakhir sebagai bagian dari sebab keruntuhan.

Nama itu juga memberi tanggal kedaluwarsa. Sesuatu yang punya nama tren bisa dinyatakan selesai oleh pihak yang sama yang menamainya, dan pers musik yang membangun cerita ini pada 1989 dan 1990 sudah mencari cerita berikutnya pada 1992. Skena yang tidak pernah diberi nama tidak bisa diumumkan berakhir.

Salah kaprah yang umum

Salah kaprah yang paling sering diulang adalah bahwa Tony Wilson menciptakan kata “Madchester”.

Wilson memang sering disebut sebagai pencetusnya, termasuk dalam banyak tulisan yang beredar sampai sekarang, dan ia tidak keberatan dengan atribusi itu. Tetapi kata itu datang dari Bailey Brothers, dua sutradara video yang bekerja untuk labelnya, yang memunculkannya saat mengembangkan naskah dan menyodorkannya ke Wilson. Peran Wilson adalah mengenali kata itu dan mendorongnya ke judul sebuah EP, yang memang peran penting, tetapi bukan penciptaan.

Kekeliruan ini menarik justru karena mengulang pola yang dibahas di entri ini. Cerita lebih mudah diingat kalau punya satu tokoh, dan Wilson adalah tokoh yang paling mudah dikenali dalam cerita ini.

Sumber

Topik